Minggu, 07 Desember 2008

thumbnail

Final DBL in Gor Padjajaran Bogor


BOGOR – Hujan lebat yang turun berjam-jam tidak menyurutkan semangat pemain dan suporter di Final Party Honda Development Basketball League (DBL) 2010 West Java, West Region, di Kota Bogor kemarin (16/2). Gemuruh sekitar 2.500 penonton terus bersaing dengan gemuruh bunyi hujan yang menggetarkan atap GOR Pajajaran.
Sebagai bonus, persaingan di lapangan pun berlangsung supersengit. Di final putri, tim SMAN 5 Bogor mampu selamat dari semangat dahsyat SMAN 5 Karawang, menang tipis 62-57. Sepanjang pertandingan, kedua tim terus bermain cepat, balas membalas mencetak poin. Skor hanya selisih satu poin untuk tim Bogor saat kuarter keempat hanya sisa beberapa menit.
Apes, pada menit-menit akhir itu, tim Karawang kehilangan kapten sekaligus pemain andalan, Widi Tria Kustika, karena fouled out. Ratusan suporter yang datang dengan sejumlah truk dari Karawang (jarak dua jam lebih dari Bogor) terus meneriakkan dukungan, namun kemenangan tetap harus jatuh pada kubu Bogor. “Saya sangat puas dengan penampilan tim hari ini (kemarin, Red). Semua all-out tak kenal lelah. Ini permainan terbaik tim kami,” puji Budi Rachmat, pelatih tim putri SMAN 5 Bogor.
Meski kalah, tim Karawang mengaku bangga bisa berpartisipasi di Honda DBL. “Saya bangga dengan permainan anak-anak-anak. Mereka terus berjuang meski sering tertinggal. Sejauh masa kepelatihan saya bersama SMAN 5 Karawang, ini merupakan kompetisi terbesar dan terheboh yang pernah kami ikuti. Semoga tahun depan kami bisa berpartisipasi lagi,” papar Tedi, pelatih Karawang. Final putra sendiri berlangsung lebih timpang, SMAN 2 Bogor menang cukup jauh, 100-64, atas SMA Mardi Yuana Bogor.
Dengan sukses ini, maka tim putri SMAN 5 dan tim putra SMAN 2 Bogor mendapat kesempatan untuk meraih gelar juara West Java. Minggu nanti (21/2), mereka akan menuju Bandung, menantang juara Honda DBL 2010 West Java – East Region. Final wilayah timur (East Region) itu diselenggarakan hari ini (17/2) di GOR Padjadjaran Bandung. Tim putri SMAN 9 Bandung bertanding melawan SMAN 1 Baleendah, sedangkan tim putra SMA Trinitas Bandung melawan SMA Santo Aloysius Bandung.
Selama penyelenggaraan Honda DBL di Jawa Barat ini, seperti ada persaingan banyak-banyakan penonton antara seri Bogor dan Bandung. Hingga semifinal masing-masing wilayah, Bogor masih unggul sedikit. Menurut panitia dari DBL Indonesia dan Radar Bogor (Jawa Pos Group), hingga final kemarin, total penonton di Bogor hampir 20 ribu orang. Angka di Bandung masih harus menunggu final hari ini. “Selisih total sampai semifinal tak sampai 500 penonton. Tahun pertama Honda DBL di Bogor sudah luar biasa,” ungkap Azrul Ananda, commissioner DBL di Bogor kemarin.
Kehebohan itu diakui Syaeful Anwar, Ketua Pengurus Kota Perbasi Bogor. “Bisa dikatakan ini kompetisi yang terheboh di Bogor dengan jumlah penonton terbesar. Semoga dengan adanya kompetisi ini bisa muncul kompetisi-kompetisi lain, yang dapat menumbuhkan bibit-bibit basket untuk Jawa Barat,” ujarnya.

Search This Blog

Diberdayakan oleh Blogger.